December 21, 2012
Firewall dengan IPTables
-A: (Tambah), menambahkan aturan ke Tabel IP
Jika Anda memiliki satu set aturan di
tempat atau ingin memulai segar,
Anda selalu dapat menetapkan aturan kembali ke default dengan menyiram dan menghapus semua dari mereka:
Labels:
Firewall,
IPTables,
Linux Ubuntu
Location:
Palembang, Indonesia
December 18, 2012
Konfiguras Squid3 pada Ubuntu 11.04
Pertama
Instal terlebih dahulu squid 3 pada ubuntu server anda, dengan menggunakan perintah :
Sudo apt-get install squid3
Kedua
Setelah proses instalasi selesai masuk ke dalam direktori squid3 dengan menggunakan perintah :
cd /etc/squid3
kemudian lanjutkan dengan perintah mengcopy squid.conf.origin dan ganti namanya dengan squid.conf, adapun perintah yang digunakan yaitu :
cp squid.conf.origin squid.conf
Ketiga
Setelah proses pengcopyan file selesai selanjutnya lakukan konfigurasi di dalam squid.conf tersebut, dengan menggunakan perintah :
sudo nano /etc/squid3/squid.conf
kemudian cari http port 3128, http_access allow localhost, dan acl localnet src 192.168.0.0/16 hilangkan tanda # didepannya, jika semuanya telah dihilangkan save dan keluar dari jendela konfigurasi.
Keempat
Jika konfigurasi squid3 telah selesai restart squid3 dengan perintah :
sudo /etc/init.d/squid3 restart
Keelima
Selanjutnya hubungkan komputer clien dengan komputer server dengan menggunakan kartu jaringan 1 buah lagi setting ip pada kedua komputer tersebut dalam 1 kelas ip yang sama.
Keenam
Jika telah selesai tes dengan perintah ping. Pastikan kedua komputer telah terhubung dengan mendapatkan balasan reply. jika telah terhubung ketikkan perintah berikut di komputer server
sudo tail -f /var/log/squid3/access.log
Jika selesai setting proxy pada komputer clien dengan ip yang terdapat pada komputer server dan dengan port 3128 yang di konfigurasi pada squid3 tadi. Jika selesai, lakukan browser pada alamat tertentu pada komputer clien jika konfigurasi benar maka akan alamat tersebut akan tampil pada komputer server.
Instal terlebih dahulu squid 3 pada ubuntu server anda, dengan menggunakan perintah :
Sudo apt-get install squid3
Kedua
Setelah proses instalasi selesai masuk ke dalam direktori squid3 dengan menggunakan perintah :
cd /etc/squid3
kemudian lanjutkan dengan perintah mengcopy squid.conf.origin dan ganti namanya dengan squid.conf, adapun perintah yang digunakan yaitu :
cp squid.conf.origin squid.conf
Ketiga
Setelah proses pengcopyan file selesai selanjutnya lakukan konfigurasi di dalam squid.conf tersebut, dengan menggunakan perintah :
sudo nano /etc/squid3/squid.conf
kemudian cari http port 3128, http_access allow localhost, dan acl localnet src 192.168.0.0/16 hilangkan tanda # didepannya, jika semuanya telah dihilangkan save dan keluar dari jendela konfigurasi.
Keempat
Jika konfigurasi squid3 telah selesai restart squid3 dengan perintah :
sudo /etc/init.d/squid3 restart
Keelima
Selanjutnya hubungkan komputer clien dengan komputer server dengan menggunakan kartu jaringan 1 buah lagi setting ip pada kedua komputer tersebut dalam 1 kelas ip yang sama.
Keenam
Jika telah selesai tes dengan perintah ping. Pastikan kedua komputer telah terhubung dengan mendapatkan balasan reply. jika telah terhubung ketikkan perintah berikut di komputer server
sudo tail -f /var/log/squid3/access.log
Jika selesai setting proxy pada komputer clien dengan ip yang terdapat pada komputer server dan dengan port 3128 yang di konfigurasi pada squid3 tadi. Jika selesai, lakukan browser pada alamat tertentu pada komputer clien jika konfigurasi benar maka akan alamat tersebut akan tampil pada komputer server.
Location:
Palembang, Indonesia
December 10, 2012
Multidomain Dan Virtual Host
Pastikan terlebih dahulu bahwa BIND9 telah terinstal di Ubuntu
server anda.
$ sudo nano /etc/bind/named.conf.local
Kemudian tambahkan zona baru untuk domain baru. Dalam percobaan kali ini saya menambahkan domain baru dengan nama jarkom1.com dan jarkom.net.
#zona jarkom1.com
#DNS reverse
Jika kita tadi telah menambahkan domain baru pada Ubuntu kita sekarang waktunya kita mendefinisikan kembali zona domain yang baru dibuat tadi, pertama kita akan mendefinisikan domain jarkom1.com, adapun perintah yang digunakan yaitu :
$sudo nano /etc/bind/zones/jarkom1.com.db
$TTL 3D
Ketiga
Setelah selesai mendefinisikan nama2 domain yang telah dibuat tadi waktunya sekarang kita membuat DNS Forwarding, adapun perintah yang digunakan
$sudo nano /etc/bind/named.conf.options
Kemudian isikan ipdan ISP atau server yang sudah ada seperti berikut
Forwarders {
Keempat
Sekarang waktunya kita mengedit file resolv, dengan cara mengisikan ip komputer yang sudah diinstall di DNS. Perintah yang digunakan yaitu
$sudo nano /etc/resolv.conf
Kemudian isikan
Search jarkom1.com
Kelima
Selanjutnya kita akan membuat file jarkom-rev yang akan digunakan untuk reverse lookup. Adapun perintah yang digunakan yaitu
$sudo nano/etc/bind/zones/jarkom-rev.db
Kemudian isikan
Keenam
Setelah selesai melakukan konfigurasi pada bind9 sekarang waktunya kita untuk merestart bind9 tersebut, adapun perintah yang digunakan yaitu :
$sudo /etc/init.d/bind9 restart
Jika semuanya oke, coba lakukan ping pada nama domain tersebut jika berhasil maka kita akan mendapatkan balasan reply jika tidak maka periksa lagi pengaturan pada bind9 yang telah dibuat tadi.
Ketujuh
Jika kita tadi telah selesai membuat multidomain sekarang waktunya kita membuat direktori untuk masing-masing domain yang tadi telah dibuat. Adapun perintah yang digunakan yaitu
$cd /var/www
Kedelapan
Sekarang waktunya kita melakukan konfigurasi untuk virtual hostnya. Sebelum melakukan konfigurasi pada apache2.conf pastikan terlebih dahulu anda telah menginstall apache2. Setelah itu lakukan konfigurasi pada apache2 tersebut dengan menggunakan perintah
$sudo nano /etc/apache2/apache2.conf
Kemudian isikan pada baris terakhir
ServerName 127.0.0.1
Kesembilan
Setelah selesai melakukan settingan pada apache2nya sekarang waktunya kita membuat direktori sites-available. Adapun perintah yang digunakan yaitu
$cd /etc/apache2/sites-available
Selanjutnya isikan perintah berikut
<VirtualHost *:80>
Kemudian simpan dan keluar dari teks editor. Kemudian lakukan hal yang sama untuk jarkom.net
Kesepuluh
Selanjutnya kita akan mendisable VirtualHost default dan enable domain yang baru. Adapun perintah yang digunakan
$sudo a2dissite default
Kesebelas
Setelah mendisble semua VirtualHost dan Domain, sekarang waktunya melakukan reload pada apache dengan perintah
$sudo /etc/init.d/apache2 reload
Setelah selesai melakukan reload, lakukan browsing menggunakan lynx kemasing-masing domain dengan menggunakan perintah
Lynx http://jarkom1.com
Kemudian lakukan setting pada BIND9 tersebut dengan perintah
$ sudo nano /etc/bind/named.conf.local
Kemudian tambahkan zona baru untuk domain baru. Dalam percobaan kali ini saya menambahkan domain baru dengan nama jarkom1.com dan jarkom.net.
#zona jarkom1.com
Zone “jarkom1.com” {
Type master;
File “/etc/bind/zones/jarkom1.com.db”;
};
#zona jarkom.net
Zone “jarkom.net” {
Type master;
File “/etc/bind/zones/jarkom.net”;
};
#DNS reverse
Zone “9.17.10.in-addr.arpa” {
Type master;
File “/etc/bind/zones/jarkom-rev.db”;
};
Kedua
Jika kita tadi telah menambahkan domain baru pada Ubuntu kita sekarang waktunya kita mendefinisikan kembali zona domain yang baru dibuat tadi, pertama kita akan mendefinisikan domain jarkom1.com, adapun perintah yang digunakan yaitu :
$sudo nano /etc/bind/zones/jarkom1.com.db
Kemudian isikan didalamnya seperti berikut :
$TTL 3D
@ IN SOA ns.jarkom1.com. admin.jarkom1.com. (
2007062001
28800
3600
604800
38400
);
jarkom1.com. IN NS ns.jarkom1.com.
@ IN A 10.17.0.195
www IN A 10.17.0.195
TXT “Network
Gateway”
Lakukan hal yang sama pada jarkom.net
Ketiga
Setelah selesai mendefinisikan nama2 domain yang telah dibuat tadi waktunya sekarang kita membuat DNS Forwarding, adapun perintah yang digunakan
$sudo nano /etc/bind/named.conf.options
Kemudian isikan ipdan ISP atau server yang sudah ada seperti berikut
Forwarders {
10.10.1.1;
};
Keempat
Sekarang waktunya kita mengedit file resolv, dengan cara mengisikan ip komputer yang sudah diinstall di DNS. Perintah yang digunakan yaitu
$sudo nano /etc/resolv.conf
Kemudian isikan
Search jarkom1.com
Nameserver 10.17.0.195
Kelima
Selanjutnya kita akan membuat file jarkom-rev yang akan digunakan untuk reverse lookup. Adapun perintah yang digunakan yaitu
$sudo nano/etc/bind/zones/jarkom-rev.db
Kemudian isikan
$TTL 3D
@ IN SOA ns.jarkom1.com. admin.jarkom1.com. (
2007062001
28800
604800
604800
86400
)
IN NS ns,jarkom1.com.
195 IN PTR 5CA.jarkom1.com.
Keenam
Setelah selesai melakukan konfigurasi pada bind9 sekarang waktunya kita untuk merestart bind9 tersebut, adapun perintah yang digunakan yaitu :
$sudo /etc/init.d/bind9 restart
Jika semuanya oke, coba lakukan ping pada nama domain tersebut jika berhasil maka kita akan mendapatkan balasan reply jika tidak maka periksa lagi pengaturan pada bind9 yang telah dibuat tadi.
Ketujuh
Jika kita tadi telah selesai membuat multidomain sekarang waktunya kita membuat direktori untuk masing-masing domain yang tadi telah dibuat. Adapun perintah yang digunakan yaitu
$cd /var/www
$sudo mkdir jarkom1.com jarkom.net
$sudo chmod 755 jarkom1.com jarkom.net
Kedelapan
Sekarang waktunya kita melakukan konfigurasi untuk virtual hostnya. Sebelum melakukan konfigurasi pada apache2.conf pastikan terlebih dahulu anda telah menginstall apache2. Setelah itu lakukan konfigurasi pada apache2 tersebut dengan menggunakan perintah
$sudo nano /etc/apache2/apache2.conf
Kemudian isikan pada baris terakhir
ServerName 127.0.0.1
NameVirtualHost *:80
Kesembilan
Setelah selesai melakukan settingan pada apache2nya sekarang waktunya kita membuat direktori sites-available. Adapun perintah yang digunakan yaitu
$cd /etc/apache2/sites-available
$sudo nano jarkom1.com
Selanjutnya isikan perintah berikut
<VirtualHost *:80>
ServerName jarkom1.com
ServerAlias www.jarkom1.com
DocumentRoot /var/www/jarkom1.com #disesuaikan dengan direktori yang
telah dibuat sebelumnya
ErrorLog /var/log/apache2/jarkom1-error.log
CustomLog /var/log/apache2/jarkom1-access.log
combined
</VirtualHost>
Kemudian simpan dan keluar dari teks editor. Kemudian lakukan hal yang sama untuk jarkom.net
Kesepuluh
Selanjutnya kita akan mendisable VirtualHost default dan enable domain yang baru. Adapun perintah yang digunakan
$sudo a2dissite default
$sudo a2ensite jarkom1.com
$sudo a2ensite jarkom.net
Kesebelas
Setelah mendisble semua VirtualHost dan Domain, sekarang waktunya melakukan reload pada apache dengan perintah
$sudo /etc/init.d/apache2 reload
Setelah selesai melakukan reload, lakukan browsing menggunakan lynx kemasing-masing domain dengan menggunakan perintah
Lynx http://jarkom1.com
Labels:
Linux Ubuntu,
Multidomain,
Virtual Host
Location:
Palembang, Indonesia
November 15, 2012
Web Server (APACHE & PHP)
Web server adalah software server
yang menjadi tulang belakang dari World Wide Web (www). Web server menunggu
permintaan dari client yang menggunakan browser seperti netscape navigator,
internet explorer, Mozilla, dan program browser lainnya. Jika ada permintaan
dari browser, maka web server akan memproses permintaan itu dan kemudian
memberikan hasil prosesnya berupa data yang diinginkan kembali ke browser. Data
ini mempunyai format standar yang disebut dengan format SGML (Standard General
Markup Language). Dimana data yang berupa format ini kemudian akan ditampilkan
oleh browser sesuai dengan kemampuan browser itu. Contohnya ialah bila data
yang dikirim berupa data gambar maka browser yang hanya mampu menampilkan text
(misalnya lynx) tidak akan mampu menampilkannya dan jika ada akan menampilkan
alternatifnya saja.
Tapi untuk saat ini umumnya para
pengguna internet lebih banyak menggunakan format HTML (Hyper Text Markup
Language) karena penggunaanya yang sederhana dan mudah untuk dipelajari. Kata
Hyper Text disana mempunyai arti bahwa seorang pengguna internet dengan web browsernya
dapat membuka dan membaca dokumen-dokumen yang ada dalam komputernya atau
bahkan komputer yang jauh tempatnya sekalipun.
Itu tadi
merupakan sedikit penjelasan mengenai web server. Oke selanjutnya saya akan
menjelaskan mengenai APACHE WEB SERVER.
Apache merupakan salah satu
software gratis yang mempunyai dukungan teknis dan dokumentasi yang lengkap
untuk pembuatan web server. Web server apache ini mempunyai kelebihan yaitu :
- Apache termasuk dalam kategori freeware (software gratisan)
- Apache mudah sekali proses instalasinya jika disbandingkan dengan web server lainnya seperti NCSA, IIS, dan lain-lain.
Selain kelebihan tersebut apache
juga mendukung penambahan modul-modul, diantaranya modul yang sering digunakan
yaitu PHP. PHP (Personal Home Page Tool) adalah salah satu jenis alat yang
digunakan untuk membuat halaman web anda menjadi lebih menarik, lebih aman, dan
lebih dinamik. Pada dasarnya PHP hamper mirip dengan script yang lainnya
seperti asp, Javascript, Visual Basil atau yang lainnya. Keuntungan dari PHP
ini yaitu tidak diperlukan tambahan pada sisi webclient seperti halnya
Javascript dan Visual Basil Script, sehingga lebih mudah penggunaanya.
Adapun beberapa keunggulan dari
PHP yaitu :
- Autentikasi http menggunakan PHP menggunakan fungsi header() yang ada dalam modul apache PHP.
- Pembuatan file GIF menggunakan library GD yang dikompilasi saat menginstal PHP.
- PHP dapat menerima metoda upload file.
- Mendukung penggunaan cookie.
- Mendukung integrasi dengan database.
- Mendukung ekspresi regular seperti ereg(), ereg_replace() dan lainnya.
- Penangan kesalah berdasarkan tingkat kesalahan.
Oke, sekarang saya akan menjelaskan langkah-langkah
pratikumnya.. . . . .
Pastikan bahwa anda
sudah mempunyai komputer dengan sistem operasi linux ubuntu 12.04
Selanjutnya, Periksa terlebih
dahulu koneksi ke gateway, ked ns server dan ke server repository dengan cara
melakukan ping
Install apache2 yang akan
digunakan sebagai web server dengan menggunakan perintah
Sudo apt-get install apache2
Setelah proses instalasi selesai
maka jalankan apache2 tersebut dengan perintah
Sudo /etc/init.d/apache2 restart
Kemudian jalankan nmap-nya dengan
perintah
nmap –p80 localhost
nmap –p80 10.17.0,195 (merupakan
alamat ip komputer agan2)
jika benar maka akan muncul
output sebagai berikut
output proses nmap localhost
Starting nmap 5.21 (http://nmap.org)
at 2002-01-01 07:12 WIT
Nmap scan report for localhost (127.0.0.1)
Host is up (0.000068s latency).
Port state service
80/tcp open http
Nmap done: 1 IP address (1 host up) scanned in 0.12 seconds
Output proses nmap ipaddress
Starting nmap 5.21 (http://nmap.org)
at 2002-01-01 07:17 WIT
Nmap scan report for 10.17.0.195
Host is up (0.000068s latency).
Port state service
80/tcp open http
Selanjutnya install lynx dengan cara
Sudo apt-get install lynx
Setelah proses intalasi selesai browser ke alamat ip
komputer agan2 dengan cara
Lynx 10.17.0.195
Sampai disini jika proses benar maka kita akan membuat file
html. Langkah pertama yaitu
Masuk ke direktori www dengan cara
Cd/var/www
Kemudian
Sudo nano index.html
Isikan
<html>
<head>
<tittle>coba-coba</tittle>
</head>
<body>
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
</body>
</html>
Jika selesai save dan keluar dari nano
Selanjutnya browsing ke alamat IP
agan2, jika proses benar maka nantinya akan tampil tulisan POLITEKNIK NEGERI
SRIWIJAYA
Oke kita lanjut dengan php
Langkah pertama install php pada
web server, dengan cara
Sudo apt-get install php5
libapache2-mod-php5
Jika proses instalasi selesai
restart apache dengan perintah
Sudo /etc/init.d/apache2 restart
Selanjutnya buat halaman php dan
letakkan pada direktori www, yaitu dengan cara masuk terlebih dahulu ke
direktori www
cd/var/www
kemudian
sudo nano test.php
kemudian isikan
<?php
phpinfo()
?>
Jika selesai save dan keluar dari
nano
Selanjutnya browsing ke website
agan2 sambil menjalankan tcpdump, jika proses benar maka akan tampil output
seperti berikut :
Pada saat proses mengambil (get)
08:07:20:257384 IP 10.17.0.19.1107 > 10.17.0.195.ftp:
Flags [.], ack 624, win 64658, length 0 08:07:20.270310 IP 10.17.0.19.1114 >
10.17.0.195.ftp-data: Flags [F.], seq 1, ack 132, win 64905, options
[nop,nop,TS val 41123 ecr 924669], length 0
08:07:20.270327 IP 10.17.0.195.ftp-data > 10.17.0.1114:
Flags [.], ack 2, win 1825, option
[nop,nop, TS val 924673 ecr 41123], length 0
Pada saat proses meletakkan (put)
08:13:28.971080 IP 10.17.0.195.1107 > 10.17.0.19.1107:
Flags [P.], seq 249:271, ack 862, win 64540, length 22
08:13:28.971127 IP 10.17.0.195.ftp > 10.17.0.19.1107:
Flags [R], seq 923375208, win 0, length 0
Labels:
APACHE,
Linux Ubuntu,
PHP,
Web Server
Location:
Palembang, Indonesia
November 07, 2012
VSFTPD DAN TCPDUMP di Ubuntu 12.04
TCPdump adalah
tools yang berfungsi mengcapture, membaca atau mendumping paket yang sedang
ditransmisikan melalui jalur TCP. TCPdump diciptakan untuk menolong programer
ataupun administrator dalam menganalisa dan troubleshooting aplikasi networking. Seperti pisau yang
bermata dua (hal ini sering kali disebut-sebut), TCPdump bisa digunakan untuk
bertahan dan juga bisa digunakan untuk menyerang.
Utility ini juga
seringkali digunakan oleh para cracker untuk melaksanakan perkerjaannya, karena
TCPdump bisa mengcapture atau mensniff semua paket yang diterima oleh network
interface.
Sebagai contoh,
digunakan network yang terdiri dari tiga komputer yang dihubungkan menggunakan
hub. Komputer pertama, menggunakan Windows™ 98
dengan IP address 192.0.0.1, sedang melakukan koneksi melalui telnet ke
komputer kedua yang menggunakan
Slackware 8.0 dengan IP address 192.168.0.2 dan host ketiga komputer Redhat 7.1
dengan IP address 192.168.0.3 yang menggunakan utility TCPdump. Alasan untuk membedakan Operating System yang
digunakan adalah untuk menunjukkan bahwa TCP/IP dapat berkomunikasi dengan baik
pada dua platform yang berbeda.
Untuk menjalankan TCPdump, ketik perintah tcpdump
di console anda pada host 192.168.0.3 sebagai root. Output yang diperlihatkan
di bawah ini adalah output yang bergulir non-stop, terus berganti baris tanpa
henti hingga anda menekan Ctrl+C .
# tcpdump
tcpdump:
listening on eth0
05:22:27.216338
burner.ssh > prime.1035:
P3797249897:3797249949(52)
ack 2183278948 win 8576 (DF) [tos 0x10]
Contoh output
yang berulang diatas menyatakan bahwa salah satu computer sedang menjalankan
ssh client untuk koneksi ke server ssh di Redhat 7.1 (192.168.0.3) yang
mengakibatkan trafik pada network (untuk menghasilkan output seperti diatas
anda harus menjalankan ssh server pada Redhat 7.1 dan menggunakan ssh client
untuk melakukankoneksi ke server dengan Slackware 8.0 (ini hanya contoh
sementara).
Memang banyak sekali output yang dikeluarkan oleh
TCPdump. Lalu apakah maksud dari output-output tersebut? Output pada TCPdump
menampilkan informasi-informasi tentang PDU yang diambil dari frame yang
dibaca/dicapture. Keterangan berikut dapat menjelaskan arti output pada contoh
diatas (tcpdump -nn host 192.168.0.2 and port 23):
Field Contents Keterangan
19:20:00.804501
: Deskripsi waktu
192.168.2.10.1221
: Alamat IP asal dengan nomor
port 1221
192.168.2.165.23
: Alamat IP tujuan dengan nomor port 23
S flag/Bendera
2565655403 Nomor
urutan data /data sequence number
win 16384 Window
size
Sebenarnya masih banyak data field yang
ditampilkan pada output, yang tidak disebutkan pada keterangan diatas.
Manual pages dari TCPdump mempunyai penjelasan yang cukup tentang output
yang ditampilkan. Pemahaman yang baik tentang operasi dan konstruksi dari
sebuah protokol sangat dibutuhkan untuk melakukan analisa data. Utility ini
juga mempunyai kemampuan untuk menganalisa PDU yang memulai dan mengakhiri
suatu koneksi TCP/IP. TCP mempunyai mekanisme khusus untuk membuka dan menutup
suatu koneksi. Untuk menjamin bahwa startup dan shutdown koneksi
benar-benar terjadi, TCP menggunakan metode dimana ada tiga pesan yang ditukar,
metode ini sering juga disebut three-way-handshake.
nah agan2 sekarang sudah
mulai tahukan apa TCPDUMP dan fungsinya. selanjutnya ane akan
menjelaskan mengenai FTP Server. Oke Lanjut !!!!!
FTP
FTP (File
Transfer Protocol) adalah mekanisme yang digunakan untuk men-transfer data
(baca: file) antar komputer lewat Internet, atau network. Dalam konteks website
(blog misalnya), FTP digunakan untuk
men-transfer file dari komputer kita ke server hosting, sehingga file ini kemudian bisa diakses di
website kita secara online menggunakan web browser.
Setidaknya dua
komputer terlibat dalam proses transfer ini: FTP server dan FTP
client. FTP server menjalankan software di server (hosting) dan siap
menerima permintaan transfer dari FTP client (berupa software FTP client di
komputer kita, misalnya CuteFTP, SmartFTP, NCFTP, WSFTP). Untuk bisa melakukan
aktifitas FTP, kita memerlukan FTP account (username dan password). Setelah FTP
client terhubung dengan FTP server, kita bisa melakukan upload file ke server,
download file dari server, mengganti nama file di server, menghapus file, dan
banyak operasi lainnya.
Salah satu
kelemahan utama dari FTP adalah kurang (atau bahkan tidak ada)-nya metode
enkripsi, baik dalam pengiriman data account (password) dan pengiriman data.
Karena faktor ini, direkomendasikan untuk menggunakan cara lain untuk
men-transfer file lewat internet, misalnya SCP dan SSH Tunnel. SCP client yang cukup populer adalah WinSCP untuk Windows.
Selesai sudah penjelasan singkat mengenai TCPDUMP dan VSFTPD-nya agan2 sekarang kita akan coba mempraktekannya.
Oke agan kita langsung menuju langkah kerjanya ya Hehe
Siapkan 2 buah komputer, dimana 1
komputer menggunakan Sistem Operasi Windows dan 1-nya lagi menggunakan Sistem
Operasi Ubuntu 12.04
Pada komputer yang menggunakan Sistem
Operasi Ubuntu lakukan penginstalan VSFTPD dengan cara sebagai berikut :
sudo
apt-get instal vsftpd
Setelah proses instalasi selesai
selanjutnya lakukan konfigurasi, dengan menggunakan perintah sebagai berikut :
sudo
nano /etc/vsftpd.conf
Kemudian hilangkan tanda # pada local_enable=YES dan write_enable=YES dan
dan beritanda # pada chroot_local_user=YES
Selanjutnya restart vsftpd dengan
perintah
Sudo
/etc/init.d/vsftpd restart
Kemudian masuklah ke ftp yang telah
anda buat dengan menggunakan perintah sebagai beriku :
ftp
10.17.0.195 (alamat ip komputer anda)
Kemudian masuklah username dan
password jika berhasil artinya vsftpd agan2 sudah berjalan.
Selanjutnya hubungkan komputer yang
menggunakan Sistem Operasi Ubuntu 12.04 dan Windows dengan menggunakan kabel
cross
Lalu pada komputer yang menggunakan
sistem operasi Windows masuklah ke ftp yang telah dibuat tadi, dengan cara
Buka command prompt
Lalu ketikkan : ftp 10.17.0.193
Selanjutnya login dengan username dan
password yang sama jika berhasil ambil data yang ada dikomputer server dengan
menggunakan perintah berikut:
get
index.html
catatan
:
(index.html adalah data yang ada pada
komputer server untuk mengetahui data apa saja yang ada dikomputer server agan2
sekalian bisa menggunakan perintah ls)
Kemudian jalan perintah tcpdump pada
komputer server dengan menggunakan perintah berikut:
tcpdump –i eth1 | grep ftp
catatan :
eth1 adalah port Ethernet yang agan2
sekalian gunakan untuk mengetahui port yang agan2 gunakan bisa menggunakan
perintah ifconfig
Maka akan muncul hasil tcpdump sebagai
berikut pada komputer server
08:07:20:257384 IP
10.17.0.19.1107 > 10.17.0.195.ftp: Flags [.], ack 624, win 64658, length 0
08:07:20.270310 IP 10.17.0.19.1114 > 10.17.0.195.ftp-data: Flags [F.], seq
1, ack 132, win 64905, options [nop,nop,TS val 41123 ecr 924669], length 0
08:07:20.270327 IP
10.17.0.195.ftp-data > 10.17.0.1114: Flags [.], ack 2, win 1825, option [nop,nop, TS val 924673 ecr
41123], length 0
Labels:
Linux Ubuntu,
Tcpdump,
VSFTPD
Location:
Palembang, Indonesia
October 18, 2012
Setting DNS Server
DNS
SERVER
TUJUAN
1.
Untuk mengetahui bagaimana
untuk menyetting DNS setting
2.
Untuk mengetahui bagaimana
menginstall bind9.
3.
Untuk mengetahui bagaimana cara
mendefinisikan zona
4.
Untuk
mengetahui bagaimana cara memriksa dan mengetest hasil instalasi dan
konfigurasi dari setting DNS.
ALAT DAN BAHAN
-
1
buah PC dengan system operasi LINUX
-
1
buah HUB
-
1
buah kabel straight
Langkah-Langkah Setting DNS Server
Langkah-Langkah Setting DNS Server
Contoh, maka akan digunakan IP dan Domain sebagai berikut :
IP Komputer adalah 10.17.0.192
Domain yang akan dibuat adalah jarkom.com
Labels:
DNS Server,
Linux Ubuntu,
Setting DNS Server
Location:
Palembang, Indonesia
October 12, 2012
TCPdump
Materi
Tambahan
TCPDUMP
TCPdump
adalah tools yang berfungsu mengcapture, membaca atau mendumping paket
yang sedang ditransmisikan melalui jalur TCP. TCPdump diciptakan untuk menolong
programmer ataupun administrator dalam menganalisa dan troubleshooting aplikasi
networking. TCPdump bisa digunakan untuk bertahan dan juga bisa digunakan untuk
menyerang.
Utility ini juga seringkali digunakan oleh para cracker untuk melaksanakan pekerjaannya karena TCPdump bisa mengcapture atau mensniff semua paket yang diterima oleh network interface. Sama halnya dengan tujuan diciptakannya TCPdump, dalam kesempatan ini, saya hanya menjelaskan bagaimana TCPdump memeriksa paket-paket dari interface tertentu.
Jika
di komputer belum terinstall TCPdump, maka terlebih dahulu menginstallnya pada
terminal dan ketikkan :
$ sudo apt-get install tcpdump
Setelah
TCPdump terinstall, maka selanjutnya ketikkan di terminal :
polsri@polsri:
῀$ sudo tcpdump –i eth1
Maka akan mendapatkan output seperti di bawah :
tcpdump: verbose output suppressed,
use –v or –vv for full protocol decode
listening on eth1, link-type EN10MB
(Ethernet), capture size 65536 bytes
08:49:24.897624
ARP, Request who-has 10.17.0.252 tell 10.17.0.254, length 46
08:49:24.898405
IP 10.17.0.191.44957 > 10.10.1.1.domain: 49768+ PTR?
252.0.17.10.in-addr.arpa. (42)
08:49:24.898620 IP 10.10.1.1.domain
> 10.17.0.191.44957: 49768 NXDomain* 0/0/0 (42)
08:49:24.898779 IP 10.17.0.191.51118
> 10.10.1.1.domain: 53814+ PTR? 254.0.17.10.in-addr.arpa. (42)
08:49:24.898967 IP 10.10.1.1.domain
> 10.17.0.191.51118: 53814 NXDomain* 0/0/0 (42)
08:49:24.904085 IP 10.17.0.191.38496
> 10.10.1.1.domain: 10470+ PTR? 1.1.10.10.in-addr.arpa. (42)
08:49:24.904265 IP 10.10.1.1.domain
> 10.17.0.191.38496: 10470 NXDomain* 0/0/0 (42)
08:49:24.904372 IP 10.17.0.191.55574
> 10.10.1.1.domain: 28773+ PTR? 191.0.17.10.in-addr.arpa. (42)
08:49:24.904551 IP 10.10.1.1.domain
> 10.17.0.191.55574: 28773 NXDomain* 0/0/0 (42)
^X08:49:26.430661 STP 802.1w, Rapid STP, Flags [Learn,
Forward, Agreement], bridge-id 80000.00:18:6e:8c:66:e0.8006, length 47
^C (ketik ini untuk menghentikan proses)
10 packets captured
10 packets received by filter
0 packets dropped by kernel
Analisa :
Disini saya hanya akan membahas garis dasar hasil output dari TCPdump, yaitu yang diblok hijau.
Disini saya hanya akan membahas garis dasar hasil output dari TCPdump, yaitu yang diblok hijau.
- Kolom pertama di output TCPdump adalah cap waktu dengan nomor urut tambahan yang ditambahkan setelah detik.
- Setelah cap waktu adalah simbol “>”, yang menandakan arah paket data. “<” menandakan masuk dan “>” menandakan keluar.
- Berikutnya adalah alamat sumber dari paket di ikuti dengan port (10.17.0.191.44957) dan diikuti dengan tujuan (10.10.1.1) dan nomor port (49768) dengan panjang data sebanyak 46.
- Urutan hasil di atas menunjukkan header dari paket yang termonitoring pada eth1. Karena perintah tcpdump –i eth1, berarti ia akan memonitoring setiap paket yang melewati eth1.
- Dapat diketahui seperti di atas bahwa terdapat 10 paket yang tertangkap dan 10 paket yang diterima oleh filter, serta tidak adanya paket yang dijatuhkan oleh kernel.
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sebagai contoh,
digunakan network yang terdiri dari tiga komputer yang dihubungkan menggunakan hub. Komputer pertama, menggunakan Windows™ 98
dengan IP address 192.0.0.1, sedang melakukan koneksi melalui telnet ke
komputer kedua yang menggunakan
Slackware 8.0 dengan IP address 192.168.0.2 dan host ketiga komputer Redhat 7.1
dengan IP address 192.168.0.3 yang menggunakan utility TCPdump. Alasan untuk membedakan Operating System yang
digunakan adalah untuk menunjukkan bahwa TCP/IP dapat berkomunikasi dengan baik
pada dua platform yang berbeda.
Untuk menjalankan TCPdump, ketik perintah tcpdump
di console anda pada host 192.168.0.3 sebagai root. Output yang diperlihatkan
di bawah ini adalah output yang bergulir non-stop, terus berganti baris tanpa
henti hingga anda menekan Ctrl+C.
# tcpdump
tcpdump:
listening on eth0
05:22:27.216338
burner.ssh > prime.1035:
P3797249897:3797249949(52)
ack 2183278948 win 8576 (DF) [tos 0x10]
Contoh output
yang berulang diatas menyatakan bahwa salah satu komputer sedang menjalankan
ssh client untuk koneksi ke server ssh di Redhat 7.1 (192.168.0.3) yang
mengakibatkan trafik pada network (untuk menghasilkan output seperti diatas
anda harus menjalankan ssh server pada Redhat 7.1 dan menggunakan ssh client
untuk melakukankoneksi ke server dengan Slackware 8.0 (ini hanya contoh
sementara).
Memang banyak sekali output yang dikeluarkan oleh
TCPdump. Lalu apakah maksud dari output-output tersebut? Output pada TCPdump
menampilkan informasi-informasi tentang PDU yang diambil dari frame yang
dibaca/dicapture. Keterangan berikut dapat menjelaskan arti output pada contoh
diatas (tcpdump -nn host 192.168.0.2 and port 23):
Field Contents Keterangan
19:20:00.804501
: Deskripsi waktu
192.168.2.10.1221
: Alamat IP asal dengan nomor
port 1221
192.168.2.165.23
: Alamat IP tujuan dengan nomor port 23
S flag/Bendera
2565655403 Nomor
urutan data /data sequence number
win 16384 Window
size
Subscribe to:
Posts (Atom)


