October 18, 2012

Setting DNS Server



DNS SERVER
TUJUAN
1.      Untuk mengetahui bagaimana untuk menyetting DNS setting
2.      Untuk mengetahui bagaimana menginstall bind9.
3.      Untuk mengetahui bagaimana cara mendefinisikan zona
4.      Untuk mengetahui bagaimana cara memriksa dan mengetest hasil instalasi dan konfigurasi dari setting DNS.
ALAT DAN BAHAN
-          1 buah PC dengan system operasi LINUX
-          1 buah HUB
-          1 buah kabel straight

Langkah-Langkah Setting DNS Server

Langkah-Langkah Setting DNS Server


Contoh, maka akan digunakan IP dan Domain sebagai berikut :
IP Komputer adalah 10.17.0.192
Domain yang akan dibuat adalah jarkom.com 

October 12, 2012

TCPdump

Materi Tambahan

TCPDUMP

TCPdump adalah tools yang berfungsu mengcapture, membaca atau mendumping paket yang sedang ditransmisikan melalui jalur TCP. TCPdump diciptakan untuk menolong programmer ataupun administrator dalam menganalisa dan troubleshooting aplikasi networking. TCPdump bisa digunakan untuk bertahan dan juga bisa digunakan untuk menyerang.

Utility ini juga seringkali digunakan oleh para cracker untuk melaksanakan pekerjaannya karena TCPdump bisa mengcapture atau men­sniff semua paket yang diterima oleh network interface. Sama halnya dengan tujuan diciptakannya TCPdump, dalam kesempatan ini, saya hanya menjelaskan bagaimana TCPdump memeriksa paket-paket dari interface tertentu.
Jika di komputer belum terinstall TCPdump, maka terlebih dahulu menginstallnya pada terminal dan ketikkan :
$ sudo apt-get install tcpdump

Setelah TCPdump terinstall, maka selanjutnya ketikkan di terminal :
polsri@polsri: ῀$ sudo tcpdump –i eth1

Maka akan mendapatkan output seperti di bawah :
tcpdump: verbose output suppressed, use –v or –vv for full protocol decode
listening on eth1, link-type EN10MB (Ethernet), capture size 65536 bytes
08:49:24.897624 ARP, Request who-has 10.17.0.252 tell 10.17.0.254, length 46
08:49:24.898405 IP 10.17.0.191.44957 > 10.10.1.1.domain: 49768+ PTR? 252.0.17.10.in-addr.arpa. (42)
08:49:24.898620 IP 10.10.1.1.domain > 10.17.0.191.44957: 49768 NXDomain* 0/0/0 (42)
08:49:24.898779 IP 10.17.0.191.51118 > 10.10.1.1.domain: 53814+ PTR? 254.0.17.10.in-addr.arpa. (42)
08:49:24.898967 IP 10.10.1.1.domain > 10.17.0.191.51118: 53814 NXDomain* 0/0/0 (42)
08:49:24.904085 IP 10.17.0.191.38496 > 10.10.1.1.domain: 10470+ PTR? 1.1.10.10.in-addr.arpa. (42)
08:49:24.904265 IP 10.10.1.1.domain > 10.17.0.191.38496: 10470 NXDomain* 0/0/0 (42)
08:49:24.904372 IP 10.17.0.191.55574 > 10.10.1.1.domain: 28773+ PTR? 191.0.17.10.in-addr.arpa. (42)
08:49:24.904551 IP 10.10.1.1.domain > 10.17.0.191.55574: 28773 NXDomain* 0/0/0 (42)
^X08:49:26.430661 STP 802.1w, Rapid STP, Flags [Learn, Forward, Agreement], bridge-id 80000.00:18:6e:8c:66:e0.8006, length 47
^C (ketik ini untuk menghentikan proses)
10 packets captured
10 packets received by filter
0 packets dropped by kernel

Analisa : 
Disini saya hanya akan membahas garis dasar hasil output dari TCPdump, yaitu yang diblok hijau.
  • Kolom pertama di output TCPdump adalah cap waktu dengan nomor urut tambahan yang ditambahkan setelah detik.
  • Setelah cap waktu adalah simbol “>”, yang menandakan arah paket data. “<” menandakan masuk dan “>” menandakan keluar.
  • Berikutnya adalah alamat sumber dari paket di ikuti dengan port (10.17.0.191.44957) dan diikuti dengan tujuan (10.10.1.1) dan nomor port (49768) dengan panjang data sebanyak 46. 
  • Urutan hasil di atas menunjukkan header dari paket yang termonitoring pada eth1. Karena perintah tcpdump –i eth1, berarti ia akan memonitoring setiap paket yang melewati eth1. 
  • Dapat diketahui seperti di atas bahwa terdapat 10 paket yang tertangkap dan 10 paket yang diterima oleh  filter, serta tidak adanya paket yang dijatuhkan oleh kernel.
------------------------------------------------------------------------------------------------------ 
Sebagai contoh, digunakan network yang terdiri dari tiga komputer yang dihubungkan menggunakan hub. Komputer pertama, menggunakan Windows™ 98  dengan IP address 192.0.0.1, sedang melakukan koneksi melalui telnet ke komputer  kedua yang menggunakan Slackware 8.0 dengan IP address 192.168.0.2 dan host ketiga komputer Redhat 7.1 dengan IP address 192.168.0.3 yang menggunakan utility TCPdump. Alasan untuk membedakan Operating System yang digunakan adalah untuk menunjukkan bahwa TCP/IP dapat berkomunikasi dengan baik pada dua platform yang berbeda.

Untuk menjalankan TCPdump, ketik perintah tcpdump di console anda pada host 192.168.0.3 sebagai root. Output yang diperlihatkan di bawah ini adalah output yang bergulir non-stop, terus berganti baris tanpa henti hingga anda menekan Ctrl+C.

# tcpdump
tcpdump: listening on eth0
05:22:27.216338 burner.ssh > prime.1035:
P3797249897:3797249949(52) ack 2183278948 win 8576 (DF) [tos 0x10]

Contoh output yang berulang diatas menyatakan bahwa salah satu komputer sedang menjalankan ssh client untuk koneksi ke server ssh di Redhat 7.1 (192.168.0.3) yang mengakibatkan trafik pada network (untuk menghasilkan output seperti diatas anda harus menjalankan ssh server pada Redhat 7.1 dan menggunakan ssh client untuk melakukankoneksi ke server dengan Slackware 8.0 (ini hanya contoh sementara).
Memang banyak sekali output yang dikeluarkan oleh TCPdump. Lalu apakah maksud dari output-output tersebut? Output pada TCPdump menampilkan informasi-informasi tentang PDU yang diambil dari frame yang dibaca/dicapture. Keterangan berikut dapat menjelaskan arti output pada contoh diatas (tcpdump -nn host 192.168.0.2 and port 23):
Field Contents Keterangan
19:20:00.804501  : Deskripsi waktu
192.168.2.10.1221  :  Alamat IP asal dengan nomor port 1221
192.168.2.165.23  : Alamat IP tujuan dengan nomor port 23
S flag/Bendera
2565655403 Nomor urutan data /data sequence number
win 16384 Window size


     Sebenarnya masih banyak data field yang ditampilkan pada output, yang tidak disebutkan pada keterangan diatas. Manual pages dari TCPdump mempunyai penjelasan yang cukup tentang output yang ditampilkan. Pemahaman yang baik tentang operasi dan konstruksi dari sebuah protokol sangat dibutuhkan untuk melakukan analisa data. Utility ini juga mempunyai kemampuan untuk menganalisa PDU yang memulai dan mengakhiri suatu koneksi TCP/IP. TCP mempunyai mekanisme khusus untuk membuka dan menutup suatu koneksi. Untuk menjamin bahwa startup dan shutdown koneksi benar-benar terjadi, TCP menggunakan metode dimana ada tiga pesan yang ditukar, metode ini sering juga disebut three-way-handshake. 
 

October 06, 2012

Traceroute, Netstat dan Network Mapper (part IV)

NETSTAT

Netstat (NETwork STATistics adalah command–line tool yang menyediakan informasi tentang konfigurasi jaringan dan aktifitasnya.
Kali ini kita akan menganalisa servis yang membuka port di komputer local. Amati port berapa saja yang terbuka pada komputer Anda dengan perintah seperti dibawah ini :
[user@linux ~]# netstat --listening|more

Ketikkan perintah di bawah:
polsri@polsri: ῀$ netstat --listening|more

Setelah itu akan mendapatkan balasan seperti ini :
Active Internet Connections (only servers)
Proto   Recv-Q   Send-Q   Local Address                Foreign Address   State
Active Unix domain sockets (only servers)
Proto   RefCnt    Flags        Type                    State           I-Node             Path
unix          2            [Acc]     STREAM             LISTENING      7073      @/com/ubuntu/upstart
unix          2            [Acc]     SEQPACKET     LISTENING      7073      /run/dev/control
unix          2            [Acc]     STREAM             LISTENING      7073      /var/run/acpid.socket
unix          2            [Acc]     STREAM             LISTENING      7073      /var/run/dbus/system_

Analisa :

Output di atas merupakan hasil dari netstat yang merupakan statistic socket yang terbuka yang statusnya adalah Soket sedang menerima koneksi.
·  Active Internet Connections (only servers) menjelaskan bahwa jaringan yang terhubung adalah jaringan lokal dan tidak terhubung dengan internet. Karena jaringan kita berupa jaringan lokal maka komputer dianggap sebagai server.
·    Kemudian pada baris kedua tabel berisi lalu lintas data yang melalui protocol internet : 
o  Proto menjelaskan protocol apa yang sedang digunakan oleh soket. Perlu diingat bahwa ada ada 3 jenis protocol yaitu TCP, UDP, RAW. Dalam table diatas terlihat bahwa protocol yang digunakan adalah TCP
o   Recv-Q menjelaskan besar paket yang diterima dari buffer antrian dimana satuan yang digunakan yaitu bytes.
o  Send-Q menjelaskan besar paket yang dikirim dari buffer antrian, satuannya adalah bytes.
o   Local Address merupakan alamat IP komputer yang digabung dengan nomor port yang sedang digunakan.
o  Foreign Address sama dengan Local Address, tetapi alamat IP dan Port yang ditampilkan bukan milik komputer local, melainkan milik dari remote host.
o    State merupakan status dari socket yang sedang terbuka.
·    Active UNIX domain sockets (only servers) menjelaskan bahwa socket yang aktif di dalam UNIX.
·     Baris ke 4 adalah tabel yang berisikan lalu lintas data yang melalui domain UNIX :
o  Proto menjelaskan protocol apa yang sedang digunakan oleh socket. Biasanya protocol yang digunakan yaitu UNIX.
o   RefCnt menjelaskan jumlah referensi proses yang terjadi pada socket.
o   Flags menjelaskan koneksi socket yang terhubung.
o   Type merupakan tipe akses socket. STREAM berarti koneksi soket bertipe aliran data.
o   State menjelaskan status dari socket yang sedang terbuka.
o   I-Node merupakan ID proses yang sedang berjalan dalam socket.
o Path merupakan tempat proses yang berhubungan dengan socket yang sedang digunakan.

Selanjutnya kita akan menganalisa IP asal, IP tujuan, port asal, port tujuan dalam sebuah sesi koneksi dari komputer lokal. Caranya :
ü  Lakukan SSH ke komputer server dengan perintah :
[user@linux /]# ssh [ip_server]
ü  Amati IP asal, IP tujuan, port asal, port tujuan yang Anda gunakan pada sesi koneksi tersebut dengan perintah :
[user@linux /]# netstat |grep ESTABLISHED

Disini saya hanya menggunakan 1 komputer saja. Namun, kita bisa membuka terminal yang lain dengan menekan Ctrl+Alt+F1 untuk terminal 1, Ctrl+Alt+F2 untuk terminal 2, Ctrl+Alt+F3 untuk terminal 3, Ctrl+Alt+F4 untuk terminal 4, Ctrl+Alt+F5 untuk terminal 5, dan Ctrl+Alt+F6 untuk terminal 6.

Pada terminal kedua, ketikkan perintah seperti di bawah ini :
polsri@polsri: ῀$ sudo ssh 202.9.69.9

Lalu, pindah ke terminal pertama dan ketikkan perintah :
polsri@polsri: ῀$ netstat |grep ESTABLISHED
Yang nantinya akan tampil balasan seperti di bawah ini :
tcp       0          0   10.17.0.191:56728             202.9.69.9:ssh             ESTABLISHED

Analisa :
Output di atas menjelaskan bahwa :
·    10.17.0.191 merupakan IP asal (IP komputer kita) yang telah kita setting pada network interfaces sebelumnya.
·    56728 menandakan port asal yang digunakan
·    202.9.69.9 adalah IP tujuan
·     ssh adalah penamaan yang digunakan untuk port tujuan

Klik Disini Untuk TCPdump