December 21, 2012

Firewall dengan IPTables

FIREWALL



FIREWALL

         Firewall adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dengan jaringan Internet.

       Firewall digunakan untuk membatasi atau mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah lazim yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua macam jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan berbadan hukum di dalamnya, maka perlindungan terhadap perangkat digital perusahaan tersebut dari serangan para peretas, pemata-mata, ataupun pencuri data lainnya, menjadi kenyataan.



IPTABLES (TABLE IP)

            Dalam rangka untuk membuat server lebih aman setelah set up awal, Ubuntu mengatur dengan Iptables yang merupakan firewall default distribusi itu. Pada awalnya, meskipun firewall Ubuntu dikonfigurasi, itu sudah diatur untuk mengizinkan semua lalu lintas masuk dan keluar pada server pribadi vritual. Untuk mengaktifkan beberapa perlindungan yang lebih kuat di server, kita bisa menambahkan beberapa aturan dasar untuk Tabel IP.

                Aturan tabel IP berasal dari serangkaian pilihan yang dapat dikombinasikan untuk membuat setiap proses tertentu. Setiap paket yang melintasi firewall tersebut akan diperiksa oleh masing-masing aturan dalam rangka. Secepat itu cocok dengan aturan, paket mengikuti tindakan terkait, jika tidak melanjutkan ke depan.


PERINTAH IPTABLES

-A: (Tambah), menambahkan aturan ke Tabel IP
-L: (Daftar), menunjukkan aturan saat conntrack
-m: memungkinkan aturan harus didasarkan pada keadaan sambungan saat ini, diuraikan di dalam - perintah cstate.
-cstate: menjelaskan menyatakan bahwa koneksi dapat di, ada 4: New, Terkait, Didirikan, dan tidak valid
-p: (port), mengacu pada pelabuhan di mana mesin menghubungkan
-j: (melompat), perintah ini mengacu pada tindakan yang perlu diambil jika sesuatu sesuai aturan sempurna.
Ini diterjemahkan ke salah satu dari empat kemungkinan:
    -ACCEPT: paket yang diterima, dan tidak ada aturan lebih lanjut diproses
    -REJECT: paket ditolak, dan pengirim diberitahu, dan tidak ada aturan lebih lanjut diproses
    -DROP: paket ditolak, namun pengirim tidak diberitahu, dan tidak ada aturan lebih lanjut diproses
    -LOG: paket yang diterima tapi login, dan aturan-aturan berikut ini diproses
-I: (Insert), menambahkan aturan antara dua yang sebelumnya
-I INPUT 3: memasukkan sebuah aturan ke dalam Tabel IP untuk membuat ketiga dalam daftar
-v: (verbose), menawarkan rincian lebih lanjut tentang aturan.


Jika Anda memiliki satu set aturan di tempat atau ingin memulai segar, Anda selalu dapat menetapkan aturan kembali ke default dengan menyiram dan menghapus semua dari mereka:

sudo iptables-F


Selain itu
, jika Anda ingin mempercepat pekerjaan Anda dengan Tabel IP, Anda dapat menyertakan-n dalam perintah. Opsi ini menonaktifkan DNS lookups dan mencegah perintah dari mencoba untuk menemukan kebalikan dari IP setiap ruleset. Anda bisa menggunakan ini untuk aturan daftar, sebagai contoh:

iptables-L-n


Jika Anda ketik di bawah ini, Anda dapat melihat aturan saat ini dalam Tabel IP server virtual:


sudo iptables -L


Atur setting seperti ini: 


Chain INPUT (policy ACCEPT) target prot opt source destination Chain FORWARD (policy ACCEPT) target prot opt source destination Chain OUTPUT (policy ACCEPT) target prot opt source destination

 

 

Jika Anda memiliki satu set aturan di tempat atau ingin memulai segar, Anda selalu dapat menetapkan

aturan kembali ke default dengan menyiram dan menghapus semua dari mereka:

 

sudo iptables -F

 

Selain itu, jika Anda ingin mempercepat pekerjaan Anda dengan Tabel IP, Anda dapat menyertakan-n

dalam perintah.Opsi ini menonaktifkan DNS lookups dan mencegah perintah dari mencoba untuk

menemukan kebalikan dari IP setiap ruleset. Anda bisa menggunakan ini untuk aturan daftar, sebagai contoh:


iptables -L -n

 

MENYIMPAN IPTABLES

Kita dapat menginstalnya menggunakan apt-get: 

sudo apt-get install iptables-persistent

 

Selama instalasi, Anda akan ditanya apakah Anda ingin menyimpan aturan iptable untuk kedua IPv4 aturan

dan aturan IPv6. Katakanlah ya untuk keduanya. Aturan Anda kemudian akan disimpan di / etc/iptables/rules.v4 dan / etc/iptables/rules.v6. Setelah instalasi selesai, mulailah iptables-persistent berjalan: 

 

sudo service iptables-persistent start 

 

Setelah setiap reboot server, Anda akan melihat bahwa aturan tetap di tempatnya.

Polsri

E-Learning Polsri

December 18, 2012

Konfiguras Squid3 pada Ubuntu 11.04

Pertama
Instal terlebih dahulu squid 3 pada ubuntu server anda, dengan menggunakan perintah :

Sudo apt-get install squid3

Kedua
Setelah proses instalasi selesai masuk ke dalam direktori squid3 dengan menggunakan perintah :

cd /etc/squid3

kemudian lanjutkan dengan perintah mengcopy squid.conf.origin dan ganti namanya dengan squid.conf, adapun perintah yang digunakan yaitu :

cp squid.conf.origin squid.conf

Ketiga
Setelah proses pengcopyan file selesai selanjutnya lakukan konfigurasi di dalam squid.conf tersebut, dengan menggunakan perintah :

sudo nano /etc/squid3/squid.conf

kemudian cari http port 3128, http_access allow localhost, dan acl localnet src 192.168.0.0/16 hilangkan tanda # didepannya, jika semuanya telah dihilangkan save dan keluar dari jendela konfigurasi.

Keempat
Jika konfigurasi squid3 telah selesai restart squid3 dengan perintah :

sudo /etc/init.d/squid3 restart

Keelima
Selanjutnya hubungkan komputer clien dengan komputer server dengan menggunakan kartu jaringan 1 buah lagi setting ip pada kedua komputer tersebut dalam 1 kelas ip yang sama.

Keenam
Jika telah selesai tes dengan perintah ping. Pastikan kedua komputer telah terhubung dengan mendapatkan balasan reply. jika telah terhubung ketikkan perintah berikut di komputer server

sudo tail -f /var/log/squid3/access.log

Jika selesai setting proxy pada komputer clien dengan ip yang terdapat pada komputer server dan dengan port 3128 yang di konfigurasi pada squid3 tadi. Jika selesai, lakukan browser pada alamat tertentu pada komputer clien jika konfigurasi benar maka akan alamat tersebut akan tampil pada komputer server.
 

December 10, 2012

Multidomain Dan Virtual Host

Pastikan terlebih dahulu bahwa BIND9 telah terinstal di Ubuntu server anda.
Kemudian lakukan setting pada BIND9 tersebut dengan perintah

$ sudo nano /etc/bind/named.conf.local

Kemudian tambahkan zona baru untuk domain baru. Dalam percobaan kali ini saya menambahkan domain baru dengan nama jarkom1.com dan jarkom.net.

#zona jarkom1.com
Zone “jarkom1.com” {
Type master;
File “/etc/bind/zones/jarkom1.com.db”;
};

#zona jarkom.net
Zone “jarkom.net” {
Type master;
File “/etc/bind/zones/jarkom.net”;
};

#DNS reverse
Zone “9.17.10.in-addr.arpa” {
Type master;
File “/etc/bind/zones/jarkom-rev.db”;
};

Kedua

Jika kita tadi telah menambahkan domain baru pada Ubuntu kita sekarang waktunya kita mendefinisikan kembali zona domain yang baru dibuat tadi, pertama kita akan mendefinisikan domain jarkom1.com, adapun perintah yang digunakan yaitu :

$sudo nano /etc/bind/zones/jarkom1.com.db

Kemudian isikan didalamnya seperti berikut :

$TTL 3D
@ IN SOA      ns.jarkom1.com.          admin.jarkom1.com. (
2007062001
28800
3600
604800
38400
);

jarkom1.com.              IN        NS       ns.jarkom1.com.
@                                IN        A         10.17.0.195
www                           IN        A         10.17.0.195
TXT                             “Network Gateway”

Lakukan hal yang sama pada jarkom.net

Ketiga

Setelah selesai mendefinisikan nama2 domain yang telah dibuat tadi waktunya sekarang kita membuat DNS Forwarding, adapun perintah yang digunakan

$sudo nano /etc/bind/named.conf.options

Kemudian isikan ipdan ISP atau server yang sudah ada seperti berikut

Forwarders {
10.10.1.1;
};

Keempat

Sekarang waktunya kita mengedit file resolv, dengan cara mengisikan ip komputer yang sudah diinstall di DNS. Perintah yang digunakan yaitu

$sudo nano /etc/resolv.conf

Kemudian isikan

Search jarkom1.com
Nameserver 10.17.0.195

Kelima

Selanjutnya kita akan membuat file jarkom-rev yang akan digunakan untuk reverse lookup. Adapun perintah yang digunakan yaitu

$sudo nano/etc/bind/zones/jarkom-rev.db

Kemudian isikan

$TTL 3D
@        IN        SOA                ns.jarkom1.com.          admin.jarkom1.com. (
2007062001
28800
604800
604800
86400
)
IN        NS                   ns,jarkom1.com.
195      IN        PTR                 5CA.jarkom1.com.

Keenam

Setelah selesai melakukan konfigurasi pada bind9 sekarang waktunya kita untuk merestart bind9 tersebut, adapun perintah yang digunakan yaitu :

$sudo /etc/init.d/bind9 restart

Jika semuanya oke, coba lakukan ping pada nama domain tersebut jika berhasil maka kita akan mendapatkan balasan reply jika tidak maka periksa lagi pengaturan pada bind9 yang telah dibuat tadi.

Ketujuh

Jika kita tadi telah selesai membuat multidomain sekarang waktunya kita membuat direktori untuk masing-masing domain yang tadi telah dibuat. Adapun perintah yang digunakan yaitu

$cd /var/www
$sudo mkdir jarkom1.com       jarkom.net
$sudo chmod 755 jarkom1.com           jarkom.net

Kedelapan

Sekarang waktunya kita melakukan konfigurasi untuk virtual hostnya. Sebelum melakukan konfigurasi pada apache2.conf pastikan terlebih dahulu anda telah menginstall apache2. Setelah itu lakukan konfigurasi pada apache2 tersebut dengan menggunakan perintah

$sudo nano /etc/apache2/apache2.conf

Kemudian isikan pada baris terakhir

ServerName 127.0.0.1
NameVirtualHost *:80

Kesembilan

Setelah selesai melakukan settingan pada apache2nya sekarang waktunya kita membuat direktori sites-available. Adapun perintah yang digunakan yaitu

$cd /etc/apache2/sites-available
$sudo nano jarkom1.com

Selanjutnya isikan perintah berikut

<VirtualHost *:80>
ServerName                jarkom1.com
ServerAlias                  www.jarkom1.com
DocumentRoot           /var/www/jarkom1.com          #disesuaikan dengan direktori yang telah dibuat sebelumnya
ErrorLog                     /var/log/apache2/jarkom1-error.log
CustomLog                 /var/log/apache2/jarkom1-access.log combined
</VirtualHost>

Kemudian simpan dan keluar dari teks editor. Kemudian lakukan hal yang sama untuk jarkom.net

Kesepuluh

Selanjutnya kita akan mendisable VirtualHost default dan enable domain yang baru. Adapun perintah yang digunakan

$sudo a2dissite default
$sudo a2ensite jarkom1.com
$sudo a2ensite jarkom.net

Kesebelas

Setelah mendisble semua VirtualHost dan Domain, sekarang waktunya melakukan reload pada apache dengan perintah

$sudo /etc/init.d/apache2 reload

Setelah selesai melakukan reload, lakukan browsing menggunakan lynx kemasing-masing domain dengan menggunakan perintah

Lynx http://jarkom1.com